IEA Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak Bumi, Beri Angin Segar bagi Beban Operasional Tambang

Bloomberg – 12 Maret 2026 – Badan Energi Internasional (IEA) sepakat melepaskan 400 juta barel cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah untuk meredam lonjakan harga akibat perang Timur Tengah dan lumpuhnya Selat Hormuz. Pelepasan yang terkoordinasi ini—jauh melampaui 183 juta barel saat krisis Rusia-Ukraina 2022—mencakup kontribusi masif dari AS (172 juta), Jepang (80 juta), dan Korea Selatan (22,5 juta). Sebelumnya, blokade jalur strategis tersebut sempat mendorong harga minyak mentah mendekati US$120 per barel dan memaksa produsen utama Teluk memangkas produksi karena tangki penyimpanan mereka terisi penuh.

Bagi sektor pertambangan, guyuran pasokan minyak ini membawa dampak ganda yang signifikan. Pertama, langkah ini memberikan napas lega bagi struktur biaya operasional (Opex) penambang, mengingat bahan bakar untuk logistik dan alat berat memakan porsi sangat besar dalam ongkos produksi. Kedua, stabilisasi harga minyak diproyeksikan akan mendinginkan efek substitusi yang belakangan ini mengerek harga batu bara termal akibat kepanikan energi global. Mengingat harga patokan batu bara sempat melonjak akibat sentimen geopolitik hingga berada di level US$134,90 per ton, redanya krisis pasokan minyak ini berpotensi memangkas premi harga batu bara yang sebelumnya terbentuk murni dari kepanikan pasar.

geolocana
Author: geolocana

Leave a Comment