Mining – 17 Maret 2026 – Departemen Energi AS (DOE) meluncurkan inisiatif pendanaan masif senilai $500 juta yang bertujuan untuk memperluas pemrosesan mineral kritis, manufaktur baterai, dan daur ulang di dalam negeri. Program ini secara khusus menargetkan material esensial seperti litium, grafit, nikel, tembaga, dan aluminium guna mengamankan rantai pasok yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik dan penyimpanan jaringan (grid storage). Menteri Energi AS, Chris Wright, menekankan bahwa langkah ini sangat penting untuk mengakhiri ketergantungan panjang negaranya pada “aktor asing yang bermusuhan” atas material yang vital bagi manufaktur baterai. Lebih jauh, inisiatif ini dirancang secara strategis untuk membantu AS memenuhi lonjakan permintaan listrik yang didorong oleh teknologi AI, sekaligus mendukung tujuan keamanan energi nasional.
Panggilan pendanaan ini menandai putaran ketiga dukungan finansial di bawah program DOE dan berfokus pada tiga area utama: pemrosesan dari bahan baku mentah, daur ulang material kritis, serta manufaktur komponen dan material baterai. Pada saat yang sama, para pejabat AS, termasuk Asisten Menteri Energi Audrey Robertson, tengah menjalin kolaborasi dengan sekutu regional di Forum Tingkat Menteri Keamanan Energi Indo-Pasifik di Jepang guna memperkuat ketahanan rantai pasok global. Dengan memperkuat segmen hulu dan menengah domestiknya secara agresif, Washington melakukan manuver tegas untuk melawan dominasi pemrosesan luar negeri yang saat ini dikuasai oleh China.