Emas Rontok 18% Dihantam Reli Harga Minyak Imbas Perang Timur Tengah, Investor Migrasi ke Dolar

Bloomberg/Reuters – 24 Maret 2026 – Harga emas spot telah anjlok hampir 18% sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran, memutarbalikkan peran tradisionalnya sebagai aset safe-haven seiring melonjaknya biaya energi yang kembali memicu ketakutan inflasi global. Pada Selasa (24/3) pagi, emas spot merosot ke level US$4.342,80 per troy ons pada perdagangan Asia, menandai titik terendahnya dalam lebih dari dua bulan terakhir. Logam mulia ini telah kehilangan hampir 12% nilainya hanya dalam empat hari perdagangan berturut-turut, melukiskan korelasi terbalik yang tajam dengan harga minyak mentah.

Krisis geopolitik yang ditandai dengan blokade Selat Hormuz telah melambungkan harga minyak Brent hampir 45% dan WTI sebesar 39% dalam sebulan terakhir. Para analis mencatat bahwa guncangan energi ini memaksa investor untuk bermigrasi secara agresif dari emas—yang tidak memberikan imbal hasil—ke Dolar AS. Ketakutan utama pasar adalah inflasi yang membandel akan memaksa Federal Reserve dan bank sentral global untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga. Analis Standard Chartered dan UBP mengamati bahwa dalam tekanan geopolitik dan likuiditas yang parah, investor sering melikuidasi aset yang menguntungkan seperti emas untuk menutupi margin call di tempat lain, yang kini menciptakan pola teknikal bearish berupa titik tertinggi dan terendah intraday yang makin menurun.

Aksi jual global ini berdampak sangat berat pada pasar Indonesia. Harga emas fisik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ambruk, turun dari level mendekati Rp3.000.000 per gram pada pekan lalu hingga stagnan di Rp2.843.000 per gram pada hari Selasa. Parahnya lagi, harga buyback Antam anjlok Rp80.000 dalam sehari menjadi hanya Rp2.480.000 per gram. Kendati demikian, pengamat komoditas lokal Ibrahim Assuaibi menilai koreksi masif ini sebagai peluang beli (buy on weakness) yang ideal. Ia memproyeksikan harga emas Antam dapat memantul cepat kembali ke atas level Rp3.000.000 jika pecah perang darat di Timur Tengah atau jika tekanan moneter global mereda.

Harga logam mulia lain (Reuters, 24 Mar):

  • Perak: US$69,77 per ons (+0,9%)
  • Platinum: US$1.906,80 per ons (+1,3%)
  • Palladium: US$1.419,25 per ons (-1,0%)
geolocana
Author: geolocana

Leave a Comment