Harga Batu Bara Ambruk dari Rekor 1,5 Tahun Imbas Jeda Perang AS-Iran, Namun China Malah Dilanda ‘Panic Buying’

CNBC/Bloomberg – 24 Maret 2026 – Harga batu bara global mengalami pembalikan arah yang tajam, di mana kontrak ICE Newcastle April ’26 anjlok ke level US$137,00 per ton (-2,49%) pada perdagangan Selasa pagi, menyusul kejatuhan 4,1% ke posisi penutupan US$140,50 pada hari Senin. Aksi jual masif ini memutus tren bullish yang sempat membawa komoditas tersebut memuncak di US$146,50 per ton pada Jumat pekan lalu—level tertingginya sejak Oktober 2024—dan menandai gelombang ambil untung (profit taking) setelah harga meroket 20,09% dalam sebulan terakhir.

Runtuhnya harga batu bara ini terjadi selaras dengan kejatuhan pasar energi global. Minyak mentah ambles 10% dan gas alam Eropa jatuh 6% setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan jeda serangan selama lima hari terhadap infrastruktur energi Iran guna membuka ruang perundingan de-eskalasi. Meski demikian, kekhawatiran pasokan masih mengakar kuat di tingkat global, dengan kapasitas penyimpanan gas Eropa saat ini hanya terisi 28,5% (lebih rendah dari tahun lalu), ditambah kerusakan baru-baru ini pada kompleks LNG Ras Laffan di Qatar. Paradoksnya, ketika batu bara termal global mendingin, pasar batu bara kokas (coking coal) domestik China justru mendidih. Lonjakan tiba-tiba pada aktivitas pabrik dan peleburan baja telah memicu “panic buying” yang agresif serta restocking besar-besaran di kalangan pelaku industri China, sebuah situasi yang makin diperparah oleh produksi domestik yang belum stabil serta fleksibilitas impor yang terbatas.

geolocana
Author: geolocana

Leave a Comment