Harga Nikel Meroket ke US$17.310 Usai Persetujuan Pajak Ekspor Indonesia Guncang Pasar

Bloomberg – 26 Maret 2026 – Harga nikel melonjak tajam di London Metal Exchange (LME) menyusul konfirmasi bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah secara resmi menyetujui penerapan pajak ekspor (bea keluar) baru untuk logam baterai tersebut. Kontrak berjangka nikel LME melesat hingga 2,7%, menyentuh US$17.310 per ton pada perdagangan pagi, setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan persetujuan kebijakan tersebut pada hari Rabu. Meskipun besaran tarif spesifiknya masih dalam tahap finalisasi, reaksi spontan pasar ini mencerminkan besarnya kekuatan penetapan harga (pricing power) Indonesia, yang saat ini menguasai lebih dari 50% produksi nikel global.

Negara kaya sumber daya ini mempercepat penerapan windfall tax tersebut demi meringankan beban anggaran (APBN) yang membengkak akibat lonjakan harga minyak mentah di tengah berlanjutnya konflik Timur Tengah. Analis Shuohe Asset Management, Gao Yin, mencatat bahwa kerentanan fiskal yang dialami Jakarta saat ini membuat realisasi cepat pajak tersebut sangat dapat dipercaya, yang secara struktural akan mengerek biaya produksi global. Lebih jauh lagi, manuver fiskal agresif ini sejalan dengan ambisi hilirisasi jangka panjang Indonesia—yang pertama kali digagas oleh mantan Presiden Joko Widodo pada 2022—yang dirancang untuk membatasi ekspor bahan mentah dan memaksa perusahaan asing, yang sebagian besar didukung oleh modal China, untuk berinvestasi lebih dalam ke rantai nilai pemrosesan baterai dan kendaraan listrik (EV) domestik.

Update harga terbaru: Nikel terakhir tercatat ~US$17.403/ton per 26 Maret. [Trading Economics]

geolocana
Author: geolocana

Leave a Comment