Istana Turun Tangan: Harga BBM April Batal Naik Demi Cegah ‘Panic Buying’ di Tengah Bocornya Dokumen Lonjakan Harga

Bloomberg – 31 Maret 2026 – Istana Kepresidenan secara resmi mengumumkan bahwa PT Pertamina (Persero) tidak akan menaikkan harga BBM, baik jenis bersubsidi maupun nonsubsidi, untuk periode April 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi daya beli rakyat dari guncangan energi global dan mencegah terjadinya panic buying di tengah masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman memastikan bahwa harga BBM bersubsidi jenis Pertalite tetap ditahan di level Rp10.000 per liter.

Intervensi darurat dari pemerintah ini bertujuan untuk meredam kepanikan publik yang dipicu oleh beredarnya dokumen proyeksi harga internal di media sosial baru-baru ini. Dokumen viral tersebut memproyeksikan lonjakan harga eceran BBM nonsubsidi yang sangat ekstrem untuk bulan April. Dokumen itu secara eksplisit mengutip perlunya menekan konsumsi energi domestik akibat eskalasi perang AS-Israel vs Iran dan blokade Selat Hormuz yang telah mengganggu 20% pasokan minyak dunia, serta memperhitungkan pelemahan kurs rupiah ke level Rp16.877/US$.

Berdasarkan bocoran dokumen tersebut, Harga Indeks Pasar (HIP) bensin RON 92 melonjak 62,44% menjadi US$120,06/barel, sementara HIP Solar meroket tajam 90,65% menjadi US$166,31/barel. Jika mekanisme pasar murni diterapkan, dokumen itu mensimulasikan harga Pertamax akan melambung Rp5.500 menjadi Rp17.850/liter, Pertamax Turbo naik Rp6.350 menjadi Rp19.450/liter, dan Pertamina Dex meroket drastis sebesar Rp9.450 menjadi Rp23.950/liter. Dengan adanya pengumuman definitif dari Istana ini, seluruh proyeksi kenaikan harga yang masif tersebut resmi dibatalkan untuk bulan depan.

geolocana
Author: geolocana

Leave a Comment