Kontan – 05 Maret 2026 – Pemerintah Italia menyatakan kesiapan untuk mengaktifkan kembali sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara apabila konflik di Timur Tengah berkembang menjadi krisis energi global. Menteri Energi Italia, Gilberto Pichetto Fratin, menegaskan bahwa meski fasilitas tersebut sebenarnya tidak ingin diaktifkan, PLTU tersebut tersedia sebagai cadangan strategis untuk menjaga keamanan pasokan negara.
Langkah antisipasi ini merespons eskalasi setelah pasukan Israel dan AS menyerang target di Iran, yang memicu serangan balasan Iran ke infrastruktur energi negara Teluk dan kapal tanker di Selat Hormuz. Lalu lintas di jalur pelayaran strategis—yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan LNG—tersebut dilaporkan praktis terhenti selama empat hari berturut-turut, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan gas global.
Kendati menyiapkan skenario terburuk, pemerintah memastikan bahwa kondisi keamanan energi domestik Italia saat ini secara kuantitatif masih cukup aman dan terkendali. Italia memiliki tingkat penyimpanan gas tertinggi di Eropa serta portofolio pasokan gas yang terdiversifikasi dari Norwegia, Aljazair, dan Azerbaijan.