Bloomberg – 17 Maret 2026 – Harga tungsten meroket tajam hingga 557% sejak Februari tahun lalu, menyentuh rekor US$2.250 per metrik ton unit pada patokan APT Eropa. Reli masif yang jauh mengungguli komoditas seperti emas dan tembaga ini didorong oleh krisis pasokan yang parah. Defisit ini utamanya disebabkan oleh pembatasan ekspor China dan eskalasi permintaan militer yang dipicu oleh konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. China, yang memiliki cadangan terbesar di dunia, menyumbang 79% dari 85.000 metrik ton produksi global tahun lalu. Namun, di tengah perselisihan perdagangan dengan AS, Beijing telah memangkas pengiriman produk tungsten yang dibatasi sekitar 40% pada tahun lalu.
Pasar tungsten yang bernilai US$16 miliar ini kini menghadapi tekanan luar biasa, dengan proyeksi peningkatan konsumsi terkait militer—yang esensial untuk persenjataan penembus baja, rudal, dan jet tempur—sebesar 12% pada tahun ini. AS sangat rentan terhadap guncangan rantai pasok ini karena belum melakukan penambangan tungsten secara komersial sejak 2015, meskipun 60% konsumsi domestiknya ditujukan untuk aplikasi industri penting seperti pengerjaan logam dan konstruksi. Walaupun perusahaan seperti Almonty Industries tengah berpacu mengembangkan pasokan alternatif di Korea Selatan dan AS, para ahli industri memperingatkan bahwa butuh waktu setidaknya dua tahun bagi produksi baru dari negara-negara Barat untuk terealisasi dan meredakan hambatan geopolitik saat ini.